FF ini daripada lumutan di rumah...
Mending aku share aja...
Mian kalo gajeness...
Happy Reading...
Main
Cast :
Genre : Horror, Romance, Friendship
-
Jang Geun Suk
-
Park Shin Hye
Two Shoot
-
Lee Jong Suk
Other
Cast :
-
Lee Hong Ki
-
Kim Heechul
-
Kim Taeyeon
- Choi Sooyoung
26 September 2014
Seoul, Korea Selatan
Seorang lelaki berumur paruh baya keluar dari ruang
kerjanya. Dia berjalan tegap dan merapikan jasnya yang sebenarnya sudah
terlihat habis disetrika. Gurat-gurat wajahnya memperlihatkan sosoknya yang
pemikir dan pekerja keras. Dia mengambil ponsel dari saku jasnya. Ponsel
touchscreen. Terlalu modern untuk orang seusianya. Tetapi sebanding dengan
profesi yang dia miliki. Lelaki tua itu menghubungi seseorang yang kelihatannya
begitu penting. Terlihat jelas dari raut mukanya yang berubah serius.
"Bagaimana? Kau sudah melakukannya?"
"Saya sudah memanggil beberapa pekerja. Tinggal menunggu
hasil.", seseorang dari seberang menjawab pertanyaan si lelaki tua dengan
santai.
Lelaki tua itu mendesah pelan.
"Dasar kacung bodoh! Aku membayarmu 10 juta bukan hanya untuk
berleha-leha."
"Apa anda bilang? Anda tidak bisa berkata semena-mena pada
seseorang. Apakah anda sendiri lupa siapa anda? Apakah seseorang seperti anda
pantas berkata seperti itu? Maaf jika saya lancang. Saya hanya ingin
mengingatkan anda bahwa disini posisi kita sama. Saya menerima uang anda dan
anda mendapatkan tempat itu. Sejujurnya saya tidak terlalu butuh dengan uang 10
juta. Atau tempat itu saya tarik balik saja?"
"Oh... jangan-jangan. Baiklah Mr. A.J. Teruskan pekerjaanmu.
Aku ingin dalam waktu dekat tempat itu sudah bisa aku miliki."
"Oke. Semoga hidupmu tenang disana.", seorang lelaki
dari seberang menyunggingkan senyum kepuasan di bibirnya.
Lelaki itu lansung mematikan ponselnya begitu saja tanpa
mempedulikan si lelaki tua yang sudah mencak-mencak ingin memukulnya. Jika saja
mereka berada di jarak yang dekat.
*****
18 April 2015
Danyang, Korea Selatan
Di Rumah Geun Suk
Tiga namja masih tertidur pulas di dalam satu kamar. Salah
satu dari mereka ada yang memaksakan diri untuk bangun.
“Akh... Hyung! Kau memang hebat! Bagaimana bisa kakimu melintang
begitu saja di depan wajahku?”, Hong Ki menyingkirkan kaki Geun Suk yang sudah
menindih wajahnya dengan memperlihatkan wajah kusutnya.
Geun Suk yang merasa kakinya digeser akhirnya bangun.
"Hoam... Sayang, kau kenapa?", Geun Suk mencoba membuka
matanya. Sebetulnya ia masih mengantuk.
"Hyung! Jangan katakan itu!", Hong Ki menutup wajahnya
yang hampir menyerupai kepiting rebus dengan kedua tangannya.
Begitulah cara Geun Suk mencairkan suasana.
"Hong Ki . . ."
"Ne?"
"Heechul nyenyak sekali tidurnya.", Geun Suk melirik
Heechul yang masih mendengkur memeluk guling.
"Ah iya... Hoh! Hyung... aku punya ide.", Hong Ki
menjentikkan jarinya.
"Apa? Jangan bilang kau mau melakukan hal yang tidak senonoh
dengannya."
"Hey!", Hong Ki memasang wajah menggodanya.
"Cantik...", Geun Suk berkata sekenanya.
"Thank you... Emang aku cantik.", Hong Ki memasang wajah
menggemaskan. Membuat semua orang ingin mencubitnya. Tidak terkecuali nenek
jompo sekalipun.
Setelah itu mereka larut dalam permainan mereka.
*****
"Mari kita bersulang untuk geng kita Chocoball.", Hong
Ki mengangkat gelas berisi sojunya untuk yang pertama kali.
"Cheers...", seluruh anggota Chocoball mengangkat gelas
sojunya bersama-sama.
"Ah... Segar...", Hong Ki lebih dulu menghabiskan
sojunya.
"Geun Suk Hyung, udara disini sangat sejuk ya.", Heechul
menyesap soju yang masih tersisa sedikit demi sedikit. Layaknya meminum minuman
hangat.
"Iya ya.", bukannya Geunn Suk yang menjawab, justru Hong
Ki dengan memanggut-manggutkan kepala.
"Sebentar lagi liburan semester. By the way, sudah lama kita
nggak jalan-jalan.", kata Heechul sambil merenggangkan otot tangannya.
Hong Ki terlihat memikirkan sesuatu sedangkan Geun Suk hanya
bersikap datar.
"Bagaimana dengan tinggal di villa baru?", Hong Ki
menawarkannya dengan semangat.
"Dimana?", Geun Suk dan Heechul bertanya serempak.
"Di Yeongdeok."
"Bukannya di Yeongdeok ada sebuah rumah tua yang katanya
angker?", Heechul berkata setengah berbisik.
"Kau tenang saja. Kita menginap di vilanya, bukan di rumah
tua itu. Lagipula siapa juga yang mau menginap di tempat kumuh seperti
itu?", Hong Ki merasa jijik.
"Hong Ki ada benarnya juga. Kita butuh refreshing setelah
berhari-hari menyelesaikan skripsi.", Geun Suk menambahkan.
Heechul membuka instagramnya.
"Shin Hye posting foto nih, guys", Heechul
"Mana? Coba lihat.", Hong Ki asal mengambil Blackberry
milik Heechul.
"Hooh! Shin Hye putus dari namjachingunya? Ah... Shin
Hye-ssi kasihan sekali.”, Hong Ki terlihat cemas.
Geun Suk mendekat ke arah Hong Ki dan mengambil android Heechul dengan
satu gerakan cepat. Dia membaca postingan Shin Hye.
“Mungkin ini akhir dari segalanya. Semoga kau mendapatkan yang
lebih baik.”, Geun Suk melirik Hong Ki dan Heechul bergantian.
“Heechul Hyung, kau bisa mengajak member SNSD untuk ikut bersamamu.”,
Hong Ki mengalihkan pembicaraan.
“Waeyo?”, Heechul.
“Kan kalian satu manajemen. Pastinya kalian sudah saling kenal.”,
Hong Ki.
“Kau benar. Aku akan mengajak Sooyoung-ssi.”, Heechul
“Kalau begitu, bilang pada Taeyeon. Aku juga ingin mengajak seorang
yeoja.”, Hong Ki.
“Hm...”, Heechul mengerti apa yang dimaksud Hong Ki. “Baiklah.”
“Geun Suk Hyung, tentunya kau tidak ingin menjadi pengganggu untuk
kencanku dan Heechul Hyung kan?”, Hong Ki.
“Oh... kau tenang saja.”, Geun Suk kikuk.
“Kalau begitu, kau ajak saja kekasihmu atau gebetanmu.”, lagi-lagi
Heechul seolah mengerti apa maksud Hong Ki.
“Kalian ini sengaja atau bagaimana? Kan kalian tahu sendiri aku
tidak punya pacar.”, Geun Suk pasang tampang bloon.
“Geun Suk Hyung ajak Shin Hye saja. Dia pasti lagi butuh
ketenangan. Kebetulan suasana di Yeongdeok kelihatannya sejuk, damai... Tidak
seperti di Seoul.”, Hong Ki.
Geun Suk merasa apa yang dikatakan Hong Ki ada benarnya.
TBC





